Renungan Atas Harapan Baru

Posted: February 2, 2014 in Akuntansi dan Keuangan, Akuntansi dan Perpajakan
Tags: , , ,

images

Kita tidak pernah melihat bintang-bintang bergerak, walaupun mereka bergerak dengan kecepatan lebih dari sejuta kilometer per hari. Kita tidak pernah melihat pohon tumbuh, atau memperhatikan diri kita yang semakin tua setiap harinya. Kita bahkan tidak melihat jarum jam bergerak. Kita cenderung berpikir secara statis lalu terkejut oleh perubahan yang senantiasa terjadi di dalam dunia ini. Demikianpun tahun demi tahun tanpa terasa cepat berlalu, dan kini kita mau tidak mau, suka tidak suka sudah harus menutup tahun yang lama dan mulai menjalani tahun yang baru.

Mungkin saja di tahun 2013 silam, kita sering mengalami pengalaman buruk yang tak mengenakkan, kesalahan dan kegagalan datang silih berganti, sehingga tanpa disadari sepanjang tahun 2013 kita sibuk mengisi hari-hari kita dengan mengutuki kegelapan. Namun sesungguhnya jika kita merenungkan kembali, maka keburukan itu sebenarnya hanya karena kita melihat dari salah satu sisi saja. Bila kita berani menengok ke sisi yang lain, kita akan menemukan pemandangan yang jauh berbeda. Kesalahan atau kegagalan memang tak mengenakkan, namun sesungguhnya kesalahan justru menuntun kita untuk mempelajari kembali sesuatu yang terjadi.

Bila kita tak pernah melakukan kesalahan, ada baiknya kita melihat lagi langkah yang telah dilalui. Jangan-jangan sebenarnya kita tak melangkah setapak pun. Jauhkan prasangka, kesedihan dan ratapan bila kesalahan menimpa kita. Karena, dibalik kesalahan tersimpan kesempatan yang tersembunyi.

Jadilah optimis, karena hidup ini terlalu rumit untuk dipandang dengan mengerutkan alis. Optimisme adalah memandang hidup ini sebagai persembahan terbaik. Tidak ada sesuatu yang terjadi begitu saja dan mengalir sia-sia. Pasti ada tujuan. Pasti ada maksud. Setiap tetes air yang keluar dari mata air tahu mereka mengalir menuju kelaut. Meski harus melalui anak sungai, selokan, kali keruh, danau dan muara, mereka yakin perjalanan mereka bukan tanpa tujuan. Bahkan, ketika menunggu di samudra, setiap tetes air tahu, suatu saat panas dan angin akan membawa mereka kepucuk-pucuk gunung. Menjadi awan dan menurunkan hujan.

Lemparkan sebutir batu pada permukaan danau yang tenang. Sekejap ia akan menimbulkan riak-riak gelombang. Namun berangsur-angsur ombak itu menghilang ketepian. Permukaan danau pun kembali tenang. Jika lemparan batu itu adalah tindakan kita, apakah ketika air danau menjadi tenang lantas kita berpikiran bahwa segala sesuatunya kembali seperti sediakala? Apakah tindakan kita, sekecil apa pun itu, kelak akan lenyap tak berbekas?  Tidak! Memang permukaan danau tak lagi menampakkan gelombang, namun sadarkah kita bahwa gelombang yang sama telah mengubah wajah tepian pantai danau tersebut?

Memang benar kita hidup di hari ini, namun akibat dari tindakan kita tidak berhenti pada hari ini juga. Ia terus berjalan seiring dengan detak waktu. Terkadang ia berubah jadi harapan. Tak jarang pula ia menampakkan wajah kecemasan. Bahkan, jika kita berusaha mengabaikannya, kelak ia akan mengusik kesadaran dan ingatan kita. Itu mengapa kita dianugerahi cita-cita, juga kekhawatiran. Tindakan kita sekarang selalu membawa dampak pada kehidupan di kemudian hari. Dan sekecil apapun tindakan kita, sesungguhnya telah mengubah dunia, sekecil apa pun perubahan itu.

Marilah sisihkan  waktu sejenak untuk bersyukur atas hal-hal baik dalam hidup kita. Merenungkan tentang apa yang telah kita capai, orang-orang yang mencintai kita, pengalaman yang telah kita dapatkan, keahlian dan minat yang kita miliki, apa yang kita percayai, dan hal-hal terindah dalam hidup kita. Karena hidup dan kesempatan itu hanya datang sekali.

Mengawali tahun 2014 ini, segala asa baru harus kembali digantungkan. Berharap segala sesuatu menjadi lebih baik, bahkan sebisa mungkin mewujudkan mimpi menjadi kenyataan. Resolusi begitu orang menyebutnya.

Maka, perubahan apa yang sebenarnya ingin kita catat dari tindakan kita sekarang?

Oleh Junjungan Mula Sangap, Pegawai Direktorat Jenderal Pajak

Comments are closed.